Follow Us Now

free counters

Pages

Geosurf - Surf Locally Without Being Local- Powerful Yet Easy

Geosurf Is A Powerful Tool That Allows Users To Surf Locally Without Being Local In 80+ Global Locations And US Dma's Worldwide! Fast, Secure & Reliable Connections! Visit NOW!

Konversi Polyline/Garis ke Point dengan ArcGIS 10

Assalamualaikum.

Pada postingan kali ini saya akan coba share kepada teman-teman bagaimana melakukan konversi dari feature polyline/garis ke point/titik dengan Construct Point pada ArcGIS 10. Proses ini juga biasa disebut "Point Along A Line". Oke langsung ke TKP aja gan:

1. Pertama siapkan dua buah feature (*.shp) yang terdiri dari Polyline dan Point (dapat dibuat melalui ArcCatalog). Yang perlu diperhatikan adalah kedua feature tersebut harus memiliki sistem proyeksi dan koordinat yang sama. Paling bagus jika menggunakan sistem proyeksi UTM, karena dengan begitu kita dapat menghasilkan point berdasarkan interval jarak (dalam meter).
Gambar 1. Membuat feature polyline dan point dengan ArcCatalog

2. Kemudian masukkan kedua feature tersebut ke ArcMap 10 (Add Data) sehingga pada Table of Content terdapat dua buah layer. Pastikan sistem koordinat dan proyeksi Data Frame sama dengan kedua feature yang telah ditambahkan (UTM).
Gambar 2. Data Frame Properties dari ArcMap

3. Aktifkan toolbar "Editor" kemudian lakukan proses editing (Editor > Start Editing). Sebagai acuan digitasi dapat ditambahkan pula data raster. Lakukan proses digitasi garis misalnya pada garis pantai, namun jika data polyline telah ada maka langkah ini dapat dilewati.
Gambar 3. Proses digitasi garis pantai

4. Kemudian simpan data hasil digitasi dengan "Editor > Save Edits". Selanjutnya seleksi garis yang akan dikonversi menjadi point. Setelah terseleksi (berwarna biru muda/highlights), pada toolbar "Editor" klik "Construct Point"

Gambar 4. Editor > Construct Point

5. Akan muncul kotak dialog Construct Point, kemudian tentukan feature point yang akan menjadi template dalam hal ini saya ambil contoh "titik.shp". Kemudian pada bagian "Construct Options" kita dapat memilih akan membuat point berdasarkan jumlahnya atau interval jaraknya/distance. Kali ini saya akan menggunakan pilihan kedua yaitu berdasarkan jarak/distance (catatan : harus menggunakan UTM) dengan interval 5000 meter. Pada saat menggunakan pilihan "Distance" maka pilihan lain akan aktif yaitu "Orientation", pada pilihan ini kita dapat menentukan darimana pembuatan point akan dimulai apakah dari awal garis (From Start point of Line) atau dari akhir (From End point of Line).

Gambar 5. Construct Options

6. Klik "OK" dan lihat apa yang terjadi. 

Gambar 6. Tampilan point yang telah terbentuk

7. Lanjutkan untuk garis berikutnya jika perlu dan jangan lupa "Save Edits"


 Gimana, prosesnya cukup mudah kan? Oke cukup sekian, sampai jumpa di tutorial berikutnya!

Konversi Shapefile ke MySQL dengan Shp2MySQL

Assalamualaikum.

Setelah lama tidak sempat menulis artikel kali ini saya akan coba share kepada teman-teman bagaimana menggunakan Shp2MySQL (shp to MySQL) untuk konversi shapefile (.*shp) ke database MySQL. Jika teman-teman familiar dengan Mapserver/Mapscript tentunya sudah mengenal MAP file. Biasanya tampilan peta dari MAP file dibaca dari file Shp yang disimpan pada direktori tertentu. Tetapi yang jadi kekurangannya yaitu data attribut tidak bisa diubah atau diupdate sesuka hati, tentunya akan berbeda jika data spasialnya tersimpan dalam database MySQL. Sebenarnya pengembang Mapserver sudah menambahkan sebuah tools pada bundel MS4W (Windows) bernama "gdal-ogr", tapi menurut saya cara pakenya cukup repot dan untungnya ada Shp2MySQL. Jika belum punya aplikasinya silahkan download disini.

Cara penggunaannya cukup gampang yaitu :

1. Ekstrak Shp2MySQL dan letakkan hasil ekstraksi pada direktori yang dikehendaki misalnya D:\Latihan
2. Pindahkan atau salin Shapefile (dbf, shx, prj, shp) yang akan dikonversi ke direktori tadi (D:\Latihan), misalnya nama filenya "Kecamatan_mks.shp"

3. Buka Command Window (Cmd) dan ganti direktorinya ke D:\Latihan, caranya ketik "cd D:\Latihan"(tanpa kutip), tekan enter dan jika belum pindah direktori ketik "D:" (tanpa kutip) lalu tekan enter

4. Lanjut dengan mengetik pada D:\Latihan > "shp2mysql Kecamatan_mks Kecamatan_mks Kecamatan_mks > Kecamatan_mks.sql" (tanpa kutip) lalu tekan enter, tunggu beberapa saat.

5. Hasilnya dapat dilihat seperti gambar berikut (perhatikan bahwa telah muncul file berekstensi SQL)
6. Selanjutnya sisa Import ke MySQL pake PhpMyAdmin atau semacamnya

Nah gimana, mantap kan?




Layout Peta dengan Quantum GIS 1.74


Selama ini mungkin kita hanya mengandalkan software GIS komersial bajakan untuk membuat sebuah peta. Namun sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang berbahaya karena tentu saja pihak produsen software tersebut tidak akan membiarkan pembajakan terus terjadi. Ada baiknya dari sekarang kita mencoba belajar menggunakan aplikasi GIS yang gratisan atau Open Source. Banyak kok pihak pengembang GIS Open Source yang membagikan aplikasi yang mereka buat untuk digunakan, sebut saja yang cukup populer seperti Quantum GIS, MapWindow, GRASS, ILWIS, dan yang tidak sempat saya sebutkan.

Salah satu freeware GIS yang pernah saya coba dan hasilnya cukup bagus yaitu Quantum GIS. User Interface-nya cukup sederhana namun tools analisisnya juga lumayan lengkap. Bahkan hasil layoutnya juga sangat bagus, bisa dijadikan alternatif Layout selain ArcGIS, contohnya bisa dilihat gambar di atas.
Jika anda juga tertarik menjadi pengembang/developer program GIS, ada beberapa Map Control yang bisa digunakan untuk menampilkan layer shapefile maupun raster. Diantaranya adalah MapWinGIS dan DotSpatial yang juga bisa di unduh secara free. Dengan sedikit pengetahuan programming anda bisa merancang sendiri aplikasi GIS yang anda inginkan, namun hal itu membutuhkan pembelajaran yang ekstra.
Selamat Belajar!

Membangun Aplikasi GIS/SIG Dengan DotSpatial OpenSource

Dalam membangun sebuah aplikasi GIS tentu saja dibutuhkan komponen/control guna menampilkan Map maupun legendanya. Awalnya saya sangat tertarik dengan MapObject buatan ESRI, tapi ternyata komponen tersebut bersifat komersial dan harganya mencapai puluhan juta. Namun akhirnya saya bisa mendapatkannya dari seseorang (bajakan) dan versinya masih 2.0. Meskipun banyak contoh yang disertakan namun tetap saja dirasa ada kekurangannya dalam membuat aplikasi yang powerful apalagi versi  yang saya miliki saat itu hanya mendukung sistem operasi Windows XP dan tidak bisa digunakan di Windows 7. Setelah pencarian yang cukup lama ternyata ada sebuah komponen open source yang tidak kalah hebatnya dari MapObject, namanya MapWinGIS.ocx. Komponen ini bisa digunakan pula diberbagai bahasa pemrograman seperti Delphi, VB 6, VB.net hingga C++.net. Selain itu dokumentasi dan sample codenya bisa didownload gratis di MapWindow.org juga didukung oleh komunitas yang besar. Sebagai programmer newbie yang hanya belajar otodidak tentunya banyak mengalami kesulitan dalam mempelajari pemrograman aplikasi GIS ini, karena itulah saya hanya fokus mempelajari Visual Basic yang konon paling mudah dipelajari meskipun ada yang bilang kalau VB itu bahasanya amburadul. Sebenarnya saya bukanlah seorang programmer, mungkin lebih  cocok disebut Cuztomizer yang artinya memakai program orang lain untuk dirombak menjadi bentuk yang baru, tapi itulah proses belajar. Sekian lama mempelajari MapWinGIS membuat saya memutuskan bermigrasi dari VB 6 ke VB.Net yang lebih mendukung MapWinGIS.ocx. Namun kebuntuan akhirnya ditemui tatkala program aplikasi GIS yang saya buat selalu saja error dan tidak bisa menampilkan item legenda

Seiring waktu akhirnya saya coba melirik DotSpatial.dll yang dulunya  bernama MapWindow6.dll. Sebenarnya DotSpatial juga pengembangan dari MapWinGIS namun dibutuhkan .Net Framework 4 untuk menggunakannya. Setelah pencarian source code di situs http://dotspatial.codeplex.com, ternyata jauh lebih mudah membuat code di DotSpatial ketimbang MapWinGIS, apalagi cukup menggunakan satu file library (dll) yang didalamnya sudah ter-include control Map, legenda, toolbar hingga ribbon. Ternyata pihak pengembang DotSpatial sudah melengkapi code yang siap pakai dan tinggal di eksekusi. Misalnya saja di MapWinGIS untuk meload file shp/raster dibutuhkan code seperti berikut:
 'Create instances of the possible data objects,
'to retrieve the dialog filters of supported formats.
Dim sf As New MapWinGIS.Shapefile
Dim grd As New MapWinGIS.Grid
Dim img As New MapWinGIS.Image
'We want users to be able to open any file type.
'Merge the dialog filters by placing a pipe character
'in between each:
Dim dlg As New OpenFileDialog
dlg.Filter = "All Files (*.*)|*.*|" & sf.CdlgFilter & _
"|" & grd.CdlgFilter & "|" & img.CdlgFilter
If dlg.ShowDialog() = Windows.Forms.DialogResult.OK Then
'If the user didn't cancel the dialog, try to open the file.
'First, determine what kind it was:
Dim extension As String = _
IO.Path.GetExtension(dlg.FileName).ToLower()
If sf.CdlgFilter.ToLower().Contains(extension) Then
'It's a shapefile
sf.Open(dlg.FileName)
Map.AddLayer(sf, True)
'Zoom to all visible layers
Map.ZoomToMaxExtents()
Return 'Done
ElseIf grd.CdlgFilter.ToLower().Contains(extension) Then
'NOTE: a .tif can be a GeoTIFF (a grid)
'or an image. Check this, if the file
'is a tif:
If dlg.FileName.ToLower().EndsWith("tif") Then
If Not Map.IsTIFFGrid(dlg.FileName) Then
'It's an image, not a grid.
'Open it as an image.
img.Open(dlg.FileName)
Map.AddLayer(img, True)
'Zoom to all visible layers
Map.ZoomToMaxExtents()
Return 'Done
End If
End If
'Open the grid:
grd.Open(dlg.FileName)
'Define a coloring scheme to color this grid:
Dim sch As New MapWinGIS.GridColorScheme
'Use a predefined coloring scheme "Fall Leaves"
sch.UsePredefined(grd.Minimum, grd.Maximum, _
MapWinGIS.PredefinedColorScheme.FallLeaves)
'Convert it to an image that can be displayed:
Dim u As New MapWinGIS.Utils

Dim gridimage As MapWinGIS.Image
gridimage = u.GridToImage(grd, sch)
'Add the generated image to the map:
Map.AddLayer(gridimage, True)
'Zoom to all visible layers
Map.ZoomToMaxExtents()
Return 'Done
ElseIf img.CdlgFilter.ToLower().Contains(extension) Then
'It's a plain image
img.Open(dlg.FileName)
Map.AddLayer(img, True)
'Zoom to all visible layers
Map.ZoomToMaxExtents()
Return 'Done
End If
End If
(Lumayan panjang kan?), namun di DotSpatial cukup mengetik code satu baris seperti berikut:

Map1.AddLayer() 

maka file shp dengan mudah ditampilkan. Konfigurasi legendanya juga sangat mudah dan tidak perlu mengetik code untuk menampilkan legenda cukup mengatur propertiesnya . Bahkan yang sangat menarik adalah jika di klik kanan di legenda maka akan muncul menu untuk menampilkan fungsi yang hampir sama di ArcGIS seperi "View Attribute Table", "Remove Layer", "Zoom To layer", "Properties" dan masih banyak lagi. Selain itu untuk menampilkan informasi peta (Identifier), Measure hingga membuat Layout masing-masing hanya cukup mengetik satu baris perintah jadi sangat memudahkan. Tutorialnya juga sudah disiapkan oleh pihak pengembang jadi silahkan download di http://dotspatial.codeplex.com/wikipage?title=DotSpatial%20Tutorials&referringTitle=Documentation dijamin puas deh! Namun sebagai catatan windows anda (mininimal XP) harus diupgrade ke NET.Framework 4, juga bagusnya pakai Microsoft Visual Studio 2010 yang mendukung .Net Framework 4.

Berikut ini adalah aplikasi yang sempat saya buat dan sampai sekarang saya masih mengembangkannya, menurut  saya ini sudah lumayan untuk seorang programmer kemarin sore.
Gambar: Aplikasi Sistem Informasi Lahan